Selasa, 24 Desember 2013

Memanfaatkan Undangan Manten untuk Pembelajaran

Setelah Ujian Akhir Semester I anak-anak mengikuti kegiatan remedial atau mengulang pelajaran yang nilainya kurang masih di bawah KKM. Sebagai guru kelas satu yang siswanya istimewa beda dari kelas di atasnya akan sangat sulit ketika siswa juga diberikan remidi seperti yang lain, sehingga harus bisa menyiasatinya.
Lalu saya evaluasi pelajaran yang membuat anak-anak kesulitan dalam memahami yakni tentang bilangan loncat. Untuk itu siswa saya beri tugas berhitung bilangan loncat dengan memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai di rumahnya yaitu undangan manten bekas kemudian diberi nama bunga sate bilangan loncat, awalnya saya beri nama bunga, namun anak laki-laki menjadi tidak tertarik lalu saya ganti nama menjadi sate. Selain anak-anak merasa senang, kegiatan ini sudah jadi tugas remedi bagi mereka.
Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sate bilangan loncat, antara lain:
  1. spidol
  2. gunting
  3. undangan pernikahan bekas (jika kurang bisa diganti kalender yang sudah tidak terpakai)
  4. lem
  5. botol bekas
  6. lidi panjang
  7. penjiplak bentuk lingkaran (bisa dari bekas krim wajah atau badan milik orang tua siswa atau bisa kita siapkan)
Alat dan bahan yang digunakan

Kegiatan yang dilakukan pertama kali yaitu menyiapkan ke tujuh alat dan bahan, kemudian jiplak berbentuk lingkaran di atas kertas undangan bekas.

Siswa sibuk menjiplak bentuk lingkaran



Setelah kertas undangan penuh dengan gambar lingkaran, lalu digunting dengan rapi mengikuti gambar/pola.

Siswa menggunting pola lingkaran.
Kemudian tiap-tiap potongan kertas yang berbentuk lingkaran dituliskan angka yang merupakan bilangan loncat, bisa loncat dua bilangan yang dimulai dari angka 1, 3, 5, 7, 9, dst.

Menuliskan angka
Bilangan loncat siap ditempelkan pada lidi

Setelah angka ditulis pada kertas undangan selanjutnya adalah menempelkannya pada lidi yang telah dipersiapkan.
Menempelkan kertas pada lidi


Taraaaa! setelah seluruh kertas ditempel pada beberapa lidi lalu jadilah yang disebut anak-anak sebagai "sate" maka jadilah sate bilangan loncat :)
Siswa sangat senang dengan hasil karyanya



Yang terakhir sate bilangan loncat siap dimasukkan ke dalam botol bekas yang sudah diisi pasir agar lebih kuat sehingga bisa berdiri tegak.

Siswa sangat antusias untuk berfoto bersama hasil karnyanya




3 komentar:

  1. pembelajaran yang baik adalah siswanya aktif, sedangkan guru hanya pembimbing saja, seperti contoh pembelajaran yang ditampilkan diatas.

    BalasHapus
  2. Sukses ibu guru, tambah kreatif dan inovatif nggeh

    BalasHapus